Semua artikel
24 tulisan tentang anggrek yang dirawat di teras rumah, dari media tanam sampai anakan.
-
Menyiram Anggrek dengan Gembor: Volume dan Waktu
Menyiram sedikit setiap hari hampir selalu lebih buruk daripada menyiram banyak lalu membiarkan pot mengering.
-
Menampung Air Hujan untuk Tanaman
Air hujan hampir bebas mineral. Menampungnya di teras rumah lebih mudah daripada yang dibayangkan, asal tahu batasnya.
-
Nampan Kerikil untuk Kelembapan Lokal
Nampan berisi kerikil dan air sedikit menaikkan kelembapan di sekitar tanaman, tetapi efeknya jauh lebih kecil daripada yang sering diklaim.
-
Membaca Higrometer Murah di Rumah
Alat ukur kelembapan yang murah sering meleset sepuluh persen. Cara mengkalibrasinya dan cara memakai angkanya dengan waras.
-
Akar Udara Anggrek: Apa yang Dikatakannya
Akar anggrek tidak tersembunyi di dalam media. Warna dan kekenyalannya memberi kabar paling jujur tentang kondisi pot.
-
Es Batu di Pot: Kebiasaan yang Perlu Diuji
Meletakkan es batu di atas media terdengar praktis, tetapi ada dua alasan mengapa cara ini jarang cocok untuk anggrek tropis.
-
Tirai dan Jendela: Mengatur Cahaya Timur
Jendela timur memberi cahaya pagi yang lembut. Tirai berlubang mengubahnya menjadi cahaya yang bisa diukur dengan bayangan tangan.
-
Phalaenopsis di Ambang Jendela
Anggrek bulan tahan terhadap cahaya rendah, tetapi berbunga hanya bila mendapat cahaya yang cukup dan perbedaan suhu malam yang terasa.
-
Cattleya dan Kebutuhan Cahayanya
Cattleya termasuk anggrek yang paling rakus cahaya. Di teras tropis, masalahnya justru menghindari daun terbakar.
-
Dendrobium: Musim Kering dan Musim Hujan
Banyak Dendrobium berbunga justru setelah periode kering. Mengikuti ritme musim lebih penting daripada mengikuti jadwal siram.
-
Vanda dengan Akar Terbuka
Vanda sering ditanam tanpa media sama sekali. Akarnya yang terekspos menuntut kelembapan tinggi dan pergerakan udara yang cukup.
-
Oncidium dan Pseudobulb yang Berkerut
Pseudobulb yang berkerut adalah sinyal yang mudah disalahartikan. Ia bisa berarti kekurangan air, tetapi bisa juga berarti akar sudah rusak.
-
Memilih Kulit Kayu Pinus sebagai Media Anggrek
Ukuran potongan, cara mengayak, dan kapan kepingan kulit kayu pinus mulai berubah menjadi lumpur di dasar pot.
-
Arang Kayu di Dalam Pot: Kapan Perlu
Arang menahan kelembapan sekaligus menjaga media tetap terbuka, tetapi tidak semua pot membutuhkannya.
-
Lumut Spagnum dan Cara Memakainya
Lumut menahan air jauh lebih lama daripada kulit kayu. Bagus untuk anakan, berisiko untuk tanaman dewasa yang malas kering.
-
Pot Terakota: Dingin, Berat, dan Berpori
Dinding terakota menyerap air dan menguapkannya, membuat media lebih cepat kering. Cocok untuk iklim lembap, melelahkan di musim kemarau.
-
Pot Plastik untuk Anggrek di Ruang Sempit
Ringan, murah, dan menahan air lebih lama. Kekurangannya justru pada bagian yang paling penting: udara di sekitar akar.
-
Sabut Kelapa dan Serat Coir sebagai Campuran
Serat sabut menahan air tetapi tetap terbuka. Yang perlu diwaspadai adalah kadar garam pada bahan yang belum dicuci.
-
Kapan Anggrek Perlu Pindah Pot
Pindah pot bukan kegiatan tahunan wajib. Ada tiga tanda yang selalu saya tunggu sebelum membongkar pot.
-
Gunting Pangkas Bersih Sebelum Memotong
Alat potong yang tidak dibersihkan memindahkan masalah dari satu tanaman ke tanaman lain. Perawatannya tidak perlu rumit.
-
Pseudobulb: Cadangan Air Tanaman
Pseudobulb bukan sekadar batang yang menggelembung. Ia gudang air dan cadangan makanan yang menentukan cara menyiram.
-
Anakan Keiki di Tangkai Bunga
Keiki adalah tanaman kecil yang tumbuh di tangkai atau di pangkal tanaman. Waktu memisahkannya menentukan berhasil tidaknya ia hidup mandiri.
-
Tangkai Bunga Setelah Kelopak Gugur
Memotong tangkai segera setelah bunga gugur sering membuang kesempatan berbunga kedua. Ada pemeriksaan sederhana sebelum mengambil gunting.
-
Label Tanaman dan Catatan Tanggal
Label yang tahan cuaca dan ditulis dengan pensil khusus menghemat banyak tebakan tentang kapan media terakhir diganti.