Apa yang sebenarnya terjadi
Air di nampan kerikil menguap dan menaikkan kelembapan udara tepat di atasnya. Namun uap itu cepat terbawa angin dan menyebar ke seluruh ruangan. Bila Anda mengukur kelembapan tiga puluh sentimeter di atas nampan, angkanya hampir sama dengan kelembapan ruangan.
Saya menguji ini sendiri dengan dua higrometer murah. Satu saya letakkan lima sentimeter di atas nampan, satu lagi satu meter jauhnya. Selisihnya hanya beberapa persen pada siang hari, dan hilang sama sekali setelah jendela saya buka.
Aturan jangan sampai dasar pot terendam
Kegunaan nampan kerikil yang paling nyata bukan menaikkan kelembapan, melainkan menampung air yang menetes dari pot. Syaratnya satu: dasar pot tidak boleh menyentuh air. Bila dasar pot terendam, media justru menyerap air kembali lewat lubang dasar dan akar berada dalam kondisi yang ingin kita hindari.
Saya menyusun kerikil setebal tiga sampai empat sentimeter, lalu mengisi air sampai setengah tinggi kerikil. Pot diletakkan di atas kerikil, bukan di dalam air. Setiap kali selesai menyiram saya memeriksa apakah air di nampan masih di bawah permukaan kerikil bagian atas.
Kesalahan yang sering terjadi:
Dasar pot menyentuh air di nampan
Nampan tidak pernah dikosongkan dan dikeringkan
Kerikil tidak pernah dicuci sehingga berlendir
Kerikil, bukan tanah atau pasir
Kerikil berukuran sedang punya permukaan yang cukup luas untuk penguapan dan tidak mudah menjadi sarang lumut. Pasir halus justru menyerap air naik ke atas dan membuat permukaannya selalu basah, sementara tanah akan berubah menjadi lumpur.
Saya mencuci kerikil sebulan sekali. Setelah beberapa minggu, permukaannya biasanya dilapisi lendir tipis dan garam dari air siraman. Pencucian mengembalikan warnanya dan menghilangkan bau yang kadang muncul di sudut teras.
Kapan saya tidak memakainya
Pada musim hujan, ketika kelembapan ruangan sudah tinggi, nampan kerikil tidak menambah apa pun. Saya mengosongkannya dari bulan November sampai Maret dan hanya memakainya lagi pada bulan Juli, ketika angin kering membuat daun terasa lebih kaku.
Bila Anda hanya punya waktu untuk satu kebiasaan, mengelompokkan pot-pot berdekatan memberikan efek kelembapan yang lebih besar daripada nampan kerikil. Tanaman yang berdekatan saling membagi uap air dari daun masing-masing.
