Repot & perbanyakan

Kapan membongkar pot, cara memotong yang bersih, dan membesarkan anakan.

Memindahkan tanaman selalu menghentikan pertumbuhan sementara, jadi perlu alasan yang jelas. Bagian ini berisi tanda yang saya tunggu, urutan kerja, dan cara membesarkan anakan keiki sampai berdiri sendiri.

Memindahkan tanaman selalu menghentikan pertumbuhan sementara, jadi perlu alasan yang jelas. Ini yang saya tulis di catatan sebelum membongkar pot apa pun, karena repot adalah tindakan yang paling sering saya sesali. Tanaman yang sedang tumbuh aktif, ketika dipindah, akan berhenti tumbuh selama empat sampai delapan minggu dan memakai seluruh energinya untuk memulihkan akar. Kalau alasannya tidak cukup kuat, penundaan itu merugikan.

Alasan yang sah untuk repot hanya tiga. Pertama, media sudah hancur dan memadat sehingga akar tidak lagi mendapat udara, biasanya setelah delapan belas sampai dua puluh empat bulan. Kedua, akar sudah memenuhi pot sampai keluar dari lubang dan media tidak lagi menampung air. Ketiga, akar bagian dalam membusuk dan harus dipotong, apa pun kondisi medianya. Selain ketiga hal ini, saya menunda. Anggrek yang berbunga tidak pernah saya repot sampai bunganya gugur, karena memindahkan tanaman berbunga hampir selalu membuat bunganya rontok lebih cepat.

Urutan kerjanya sederhana tetapi harus diikuti. Saya mengeluarkan tanaman dari pot dengan menekan sisi pot, bukan dengan menarik batangnya, karena menarik batang adalah cara tercepat merusak akar yang menempel di dinding. Media lama saya buang seluruhnya, termasuk serpihan yang menempel di celah akar, karena media itu sudah tidak berfungsi dan bisa membawa spora jamur. Akar mati dipotong dengan gunting yang saya sterilkan dengan alkohol, dan luka potong dibiarkan mengering satu hari sebelum penanaman kembali. Media baru dipakai dalam keadaan lembap, tidak basah, dan tanaman tidak disiram selama tiga sampai empat hari setelah repot.

Perbanyakan lewat keiki adalah cara kedua yang saya pakai, khususnya pada Dendrobium dan Phalaenopsis. Keiki muncul di ruas batang atau tangkai bunga, dan saya membiarkannya sampai akarnya minimal tiga sentimeter dengan dua atau tiga akar sehat sebelum dipisahkan. Keiki yang dipisah terlalu dini hampir selalu gagal. Saat memisahkan, saya memotong tangkai induknya sekitar satu sentimeter di atas dan di bawah keiki dan menanamnya tanpa memotong akar, lalu menempatkannya di tempat dengan kelembapan tinggi dan cahaya rendah selama satu bulan. Dari dua puluh tiga keiki yang saya pisahkan, delapan belas tumbuh menjadi tanaman dewasa, dan lima sisanya gagal karena saya terlalu tidak sabar. Halaman ini berisi tanda yang saya tunggu, urutan kerja, dan cara membesarkan anakan keiki sampai berdiri sendiri, termasuk kesalahan yang membuat lima keiki pertama saya mati.