Air & kelembapan
Menyiram sampai tandas, menampung air hujan, dan membaca angka kelembapan.
Sebagian besar anggrek yang rusak di rumah saya bukan karena kekurangan air, melainkan karena ritme basah dan keringnya tidak pernah tepat. Tulisan di sini membedah volume, waktu, dan cara memeriksa tanpa alat mahal.
Aturan yang sekarang saya pegang adalah menyiram sampai tandas, lalu membiarkan media hampir kering sebelum menyiram lagi. Menyiram sampai tandas berarti air harus mengalir keluar dari dasar pot, membasahi seluruh media, bukan hanya permukaannya. Kalau hanya permukaan yang basah, akar bagian dalam tetap kering, sementara bagian atas selalu lembap dan mulai membusuk. Saya menyiram dengan gayung di atas bak, membiarkan air mengalir bebas, lalu meletakkan kembali pot di tempatnya. Ini juga mencuci sisa pupuk yang mengendap di media.
Frekuensinya bergantung pada cuaca, bukan pada jadwal. Di musim hujan Malang, saya bisa menyiram sekali dalam lima hari karena media tidak pernah benar-benar kering. Di musim kemarau, saya menyiram setiap dua hari. Cara memeriksanya bukan dengan melihat permukaan, tetapi dengan memasukkan jari atau tongkat kayu ke tengah pot: kalau masih terasa dingin dan lembap, tunggu satu hari lagi. Alat pengukur kelembapan tidak saya pakai karena angka di layarnya tidak menunjukkan apakah bagian dalam pot sudah kering, dan saya pernah menyiram tanaman yang sudah cukup basah hanya karena alat itu menunjukkan angka rendah.
Air hujan adalah air terbaik untuk anggrek, dan di Malang saya menampungnya. Air hujan hampir tidak mengandung mineral, tidak meninggalkan kerak di akar, dan tidak mengubah keasaman media. Saya menampungnya dalam dua tandon plastik, menutupnya agar tidak menjadi sarang nyamuk, dan menyimpannya tidak lebih dari tiga minggu karena air yang lama tergenang mulai berbau. Air keran dari PDAM saya hindari langsung; kalau terpaksa, saya diamkan semalam supaya kaporitnya menguap, dan saya tidak memakainya untuk tanaman yang sensitif seperti Dendrobium.
Halaman ini membedah volume, waktu, dan cara memeriksa tanpa alat mahal. Saya juga menulis tanda-tanda yang muncul pada akar dan daun sebelum kerusakan menjadi permanen, dan apa yang saya lakukan setelah menemukannya: akar yang membusuk saya potong sampai bagian yang sehat, saya rendam pangkalnya dalam larutan fungisida, lalu saya tunda penyiraman empat hari supaya luka potong menutup. Tanpa jeda itu, tanaman yang sudah saya selamatkan akan kembali membusuk di titik yang sama.
-
Menyiram Anggrek dengan Gembor: Volume dan Waktu
Menyiram sedikit setiap hari hampir selalu lebih buruk daripada menyiram banyak lalu membiarkan pot mengering.
-
Menampung Air Hujan untuk Tanaman
Air hujan hampir bebas mineral. Menampungnya di teras rumah lebih mudah daripada yang dibayangkan, asal tahu batasnya.
-
Nampan Kerikil untuk Kelembapan Lokal
Nampan berisi kerikil dan air sedikit menaikkan kelembapan di sekitar tanaman, tetapi efeknya jauh lebih kecil daripada yang sering diklaim.
-
Membaca Higrometer Murah di Rumah
Alat ukur kelembapan yang murah sering meleset sepuluh persen. Cara mengkalibrasinya dan cara memakai angkanya dengan waras.
-
Akar Udara Anggrek: Apa yang Dikatakannya
Akar anggrek tidak tersembunyi di dalam media. Warna dan kekenyalannya memberi kabar paling jujur tentang kondisi pot.
-
Es Batu di Pot: Kebiasaan yang Perlu Diuji
Meletakkan es batu di atas media terdengar praktis, tetapi ada dua alasan mengapa cara ini jarang cocok untuk anggrek tropis.