Dari mana kebiasaan ini berasal

Cara meletakkan beberapa keping es batu di atas media banyak diajarkan pada anggrek hadiah yang dijual di supermarket. Alasannya praktis: es mencair perlahan, sehingga air tidak meluap keluar dari pot dan tidak mengotori meja.

Untuk tanaman yang diletakkan di meja kantor dengan pencahayaan buatan, alasan itu bisa diterima. Untuk anggrek di teras tropis, dua masalah berikut membuat saya meninggalkannya.

Volume air yang terlalu sedikit

Dua atau tiga keping es batu mencair menjadi sangat sedikit air. Air itu habis di bagian atas media dan tidak pernah mencapai akar di bagian bawah. Yang terjadi kemudian sama seperti menyiram setengah gelas setiap hari: bagian bawah pot kering, garam menumpuk, akar bagian atas terus-menerus lembap.

Bila Anda tetap ingin memakai es, volumenya harus setara dengan sekali siram penuh, artinya air harus keluar dari lubang dasar pot. Pada praktiknya jumlah es yang dibutuhkan jauh lebih banyak daripada yang biasa dianjurkan.

Alasan saya tidak memakainya:

Volume air tidak pernah cukup untuk membasuh seluruh media

Suhu sangat dingin di sekitar pangkal batang

Tidak ada air lebih yang mengalir untuk membilas sisa garam

Suhu dingin pada akar tropis

Anggrek yang saya rawat berasal dari daerah tropis. Meletakkan es di pangkal batang berarti menurunkan suhu jaringan di titik yang paling sensitif. Pada tanaman kecil dengan sedikit media, pendinginan lokal ini bisa terasa sampai beberapa jam.

Saya pernah mencobanya pada dua tanaman sejenis selama satu bulan. Keduanya selamat, tetapi tunas akar baru pada tanaman yang diberi es muncul lebih lambat. Sejak itu saya kembali ke gembor.

Yang saya lakukan sebagai gantinya

Solusi untuk masalah yang ingin dipecahkan oleh es batu sebenarnya sederhana. Letakkan pot di atas tatakan, siram sampai air mengalir keluar, biarkan menetes lima menit, lalu buang air di tatakan. Tidak ada genangan, tidak ada meja yang kotor.

Bila tanaman berada di ruangan tanpa talang air, saya menyiramnya di atas baskom, menunggu sampai tidak menetes lagi, baru mengembalikannya ke tempat semula. Cara ini memakan waktu lima menit dan jauh lebih aman bagi akar.