Siram sampai keluar dari dasar pot

Kebiasaan menyiram dengan setengah gelas air setiap pagi membuat bagian atas media basah sementara bagian bawah tetap kering. Akar yang berada di bawah tidak pernah kebagian, dan garam sisa pupuk menumpuk di situ karena tidak pernah terbilas keluar.

Saya menyiram sampai air mengalir keluar dari lubang dasar, lalu membiarkan pot menetes di atas tatakan. Untuk pot berdiameter lima belas sentimeter, itu biasanya berarti sekitar satu liter air. Volume yang tampak berlebihan ini justru yang membuat seluruh media ikut basah.

Pagi lebih aman daripada sore

Air yang tersisa di pangkal daun dan di celah antara daun dan batang menjadi masalah bila tidak sempat kering sebelum malam. Di Malang, malam hari suhunya turun sampai delapan belas derajat, dan kelembapan yang menetap semalaman adalah undangan bagi bercak pada daun.

Karena itu saya menyiram antara pukul tujuh dan sembilan pagi. Sisa air di daun saya tepuk-tepuk dengan tisu, terutama pada tanaman yang daunnya tumbuh rapat mengarah ke atas dan membentuk mangkuk kecil di tengahnya.

Hal yang saya hindari:

Menyiram setelah pukul empat sore

Membiarkan air menggenang di tatakan pot

Menyiram dari atas pada tanaman yang sedang berbunga

Jangan memakai jadwal tetap

Kesalahan paling umum yang saya lihat di lingkungan rumah adalah menyiram setiap hari pada jam yang sama. Padahal kebutuhan air berubah mengikuti cuaca, ukuran pot, dan jenis media. Pot yang sama bisa kering dalam dua hari pada bulan Agustus dan butuh lima hari pada bulan Januari.

Saya memakai dua pemeriksaan sederhana. Pertama, tusuk jari ke media sedalam dua ruas; bila masih terasa dingin dan lembap, saya tunda. Kedua, angkat pot dan rasakan beratnya; pot yang ringan berarti sudah waktunya disiram. Dua cara ini jauh lebih dapat diandalkan daripada kalender.

Menghitung dampak air ledeng

Air ledeng di Malang meninggalkan kerak kapur pada cerek dalam hitungan minggu. Endapan yang sama perlahan menumpuk pada media dan ujung akar. Saya tidak mengganti seluruh suplai air, tetapi menyelingi dengan air hujan yang saya tampung, kira-kira satu kali dari tiga kali siram.

Bila pada permukaan media mulai tampak kerak putih, saya membilas pot dengan air hujan dalam jumlah banyak sampai air yang keluar dari dasar pot tidak lagi berwarna. Pembilasan seperti ini saya lakukan sebulan sekali pada musim kemarau.