Kenapa kulit kayu, bukan tanah
Anggrek yang tumbuh menempel di pohon tidak pernah mengenal tanah. Akarnya menggantung di udara, menyelip di celah kulit pohon, dan menyerap air dari embun serta hujan yang lewat sebentar lalu pergi. Karena itu media tanam untuk anggrek di pot harus meniru dua hal sekaligus: memberi celah udara yang banyak, dan cepat kering setelah basah.
Kepingan kulit kayu pinus melakukan dua hal itu dengan baik. Di teras saya yang menghadap timur, pot berisi kulit kayu pinus biasanya kering dalam dua sampai tiga hari pada musim kemarau, jauh lebih cepat daripada pot berisi campuran tanah. Perbedaan kecepatan kering ini yang paling sering menentukan apakah akar bertahan atau membusuk.
Ukuran potongan menentukan ritme siram
Kulit kayu tersedia dalam beberapa ukuran. Potongan halus cocok untuk anakan kecil karena menahan air lebih lama, sedangkan potongan kasar memberi drainase lebih cepat dan lebih banyak ruang udara. Saya memakai potongan sedang untuk sebagian besar tanaman dewasa, lalu menambah potongan kasar di dasar pot.
Aturan praktis yang saya pakai: makin kecil pot, makin halus potongan yang dipakai. Pot berdiameter sepuluh sentimeter mengering jauh lebih cepat daripada pot dua puluh sentimeter, jadi media di pot kecil perlu menahan sedikit lebih banyak air agar akar tidak kering sebelum saya sempat menyiram.
Mengayak sebelum dipakai
Kantong kulit kayu yang baru dibeli hampir selalu berisi serbuk halus hasil gesekan selama pengiriman. Serbuk ini justru mengisi celah udara yang ingin kita jaga. Saya mengayaknya dengan keranjang berlubang, membuang bagian yang lolos, lalu merendam kepingan yang tertinggal semalaman sebelum dipakai.
Perendaman semalam punya dua kegunaan. Pertama, kepingan kering yang baru dipakai akan mengapung dan sulit dibasahi menyeluruh. Kedua, perendaman mengurangi zat yang membuat kulit kayu menolak air pada minggu-minggu pertama.
Bagian yang perlu dibuang sebelum dipakai:
Serbuk halus yang lolos dari ayakan
Kepingan yang sudah lunak dan hancur saat ditekan
Potongan berjamur tebal yang tidak hilang setelah dijemur
Kapan harus diganti
Kulit kayu bukan media yang awet. Semakin lama dipakai, kepingannya semakin kecil dan akhirnya menyerupai kompos. Tanda yang saya tunggu sederhana: ketika saya menusuk media dengan jari dan jari itu masuk terlalu mudah, berarti struktur sudah runtuh.
Di Malang, dengan hujan siang hari dari November sampai Maret, kulit kayu di pot yang terkena hujan langsung biasanya hanya bertahan sekitar satu tahun. Pot yang saya letakkan di bawah atap teras bisa bertahan lebih lama. Saya mencatat tanggal ganti media di label kecil yang saya tempel di pot, karena mengandalkan ingatan selalu berujung pada pot yang terlambat diganti.
