Tiga tanda yang saya tunggu

Tanda pertama: media sudah hancur dan berubah menjadi butiran halus yang menahan air. Tanda kedua: akar mulai memenuhi pot sampai mendorong tanaman naik keluar dari bibir pot. Tanda ketiga: terdapat akar yang membusuk walau kebiasaan menyiram tidak berubah.

Bila tidak ada satu pun dari tiga tanda itu, saya tidak memindahkan tanaman. Membongkar pot tanpa alasan selalu menyebabkan akar patah dan tanaman berhenti tumbuh beberapa minggu.

Hal yang tidak saya jadikan alasan:

Tanaman belum berbunga tahun ini

Pot terlihat sudah tua dari luar

Saya baru membeli media baru

Waktu yang tepat

Waktu terbaik memindahkan tanaman adalah setelah bunga gugur dan sebelum tunas baru mulai tumbuh. Pada fase ini tanaman tidak sedang mengerahkan energi untuk bunga, dan akar baru segera tumbuh memasuki media yang baru.

Saya menghindari memindahkan tanaman yang sedang berbunga. Bunga pada tanaman yang dipindah biasanya gugur lebih cepat, dan tangkai yang masih muda sering kering sebelum mekar.

Ukuran pot berikutnya

Kenaikan ukuran yang aman adalah satu nomor, sekitar dua sampai tiga sentimeter lebih lebar. Memindahkan tanaman ke pot yang jauh lebih besar membuat media di bagian luar tidak terjangkau akar, tetap basah, dan membusuk perlahan.

Bila tanaman sudah membelah diri menjadi banyak batang, saya justru membaginya menjadi dua pot berukuran sama, bukan memindahkannya ke satu pot besar.

Menanam kembali langkah demi langkah

Saya mengeluarkan tanaman, membuang semua media lama, lalu memotong akar yang lembek dengan gunting bersih. Setelah itu potongan dibiarkan mengering beberapa jam di tempat teduh sebelum tanaman dimasukkan ke pot baru.

Media saya masukkan sedikit demi sedikit sambil mengetuk-ngetuk dinding pot agar kepingan turun mengisi celah di antara akar. Terakhir saya menyiram sampai air keluar dari dasar pot, lalu menempatkan pot di tempat teduh selama seminggu.

Seminggu pertama setelah pindah

Setelah tanaman masuk ke pot baru, saya menaruhnya di tempat yang lebih teduh selama satu minggu dan tidak memberi pupuk sama sekali. Akar yang terluka memerlukan waktu untuk menutup, dan pupuk pada fase ini justru membakar jaringan yang belum pulih. Penyiraman pertama saya lakukan pada hari ketiga, bukan segera setelah selesai menanam, kecuali media yang dipakai benar-benar kering. Kebiasaan menunggu ini terasa lama, tetapi tanaman yang diperlakukan begitu hampir selalu langsung menumbuhkan akar baru.