Yang terjadi di dinding pot
Terakota adalah tanah liat yang dibakar tanpa diglasir. Dindingnya berpori, jadi air dari media meresap ke dinding lalu menguap ke udara lewat permukaan luar pot. Penguapan ini menarik panas dari sekitar akar, sehingga media di pot terakota terasa lebih sejuk daripada pot plastik di bawah sinar yang sama.
Efek sampingnya jelas: pot terakota mengering lebih cepat. Di teras saya, pot terakota berdiameter lima belas sentimeter bisa kering dua hari lebih cepat daripada pot plastik berukuran sama dengan media yang sama pula.
Keuntungan yang saya rasakan:
Akar lebih jarang kepanasan pada siang terik
Kelebihan air cepat hilang lewat dinding pot
Pot cukup berat sehingga tanaman tinggi tidak mudah roboh
Kerak putih di permukaan
Setelah beberapa bulan, dinding pot terakota biasanya ditumbuhi kerak keputihan. Itu endapan garam dari air siraman dan sisa pupuk yang ikut menguap bersama air. Kerak ini tidak berbahaya bagi tanaman, tetapi menandakan air yang saya pakai cukup banyak mengandung mineral.
Air ledeng di Malang memang meninggalkan endapan kapur pada cerek dan keran. Karena itu saya sesekali menyiram dengan air hujan yang saya tampung, terutama pada minggu-minggu menjelang musim kemarau.
Bila kerak mulai menutup pori-pori dinding dan pot tampak mengilap, saya menggosoknya dengan sikat kering atau merendam pot kosong semalaman lalu menyikatnya.
Masalah berat dan pecah
Pot terakota jauh lebih berat daripada pot plastik. Untuk pot yang digantung, berat ini menjadi pertimbangan serius. Saya pernah memakai pot terakota gantung dan kaitnya melengkung setelah beberapa bulan, jadi sejak itu terakota hanya saya pakai untuk pot yang berdiri di meja atau lantai teras.
Terakota juga mudah pecah bila media di dalamnya membeku dan mengembang, tetapi di Malang hal itu tidak pernah terjadi. Ancaman yang nyata justru benturan saat memindahkan pot dan jamur hijau di dinding luar yang membuat pot licin saat dipegang.
Kapan saya memilihnya
Saya memakai terakota untuk tanaman yang riwayat akarnya pernah bermasalah, karena pot ini memaafkan kesalahan menyiram berlebih. Kelebihan air cepat keluar lewat dinding dan dasar pot, sehingga akar punya waktu lebih panjang sebelum benar-benar terendam.
Sebaliknya untuk tanaman yang saya taruh di jendela timur dan hanya sempat saya periksa dua kali seminggu, terakota membuat saya kewalahan. Di posisi seperti itu pot plastik lebih masuk akal.
